Membuka Pintu Surga dengan Menjaga Lisan

0
124
menjaga lisan
menjaga lisan

Lisan atau perkataan merupakan sarana untuk mengungkapkan isi hati atau pikiran kita. Lisan juga sarana untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Apabila tidak ada liasan, maka seseorang tida bisa berbicara sebagaimana halnya orang yang bisu. Maka bersyukurlah bagi kita yang mempunyai lisan dengan sempurna, yaitu dengan tidak menggunakan lisan sebagai saran untuk mengatakan hal-hal yang kotor.

Kenapa lisan menjadi pembahasan penting dalam bab ini? Sebab lisan mempunyai funsgi vital dalam kehidupan mansuia. Seseorang bisa bersanding mesra dengan sesamanya karena ia bisa menjaga lisannya. Seseorang bisa dipercaya oleh seseorang juga karena lisannya. Bahkan seseorang bisa masuk surga juga karena bisa menjaga lisannya.

Menjaga lisan adalah suatu keharusan jika kita benar-benar menginginkan adanya keridhaan Allah dan surga Allah. orang yang mengerti dengan syariat, lisan biasa digunakan untuk berdzikir, bersholawat dan bertutur kata dengan baik. Akan tetapi bagi orang yang tidak mengerti kegunaan lisan, maka lisannya akan digunakan untuk menghasut orang lain, berbohong, menjilat dan lain sebagainya. Padahal, Allah membuat lisan dalam diri mansuia tidak lain adalah agar manusia itu sadar dan berdzikir kepada Allah.

Orang yang suka menggunakan lisannya untuk  menghasut oang lain, maka ketika di akhirat kelak ia seperti orang bisu, lisannya akan mengatakan dengan sendirinya bahwa ia sering dipergunakan untuk menghasut orang lain. Balasannya adalah disediakannya air yang mendidih dan ia sudah pasti akan meminumnya. Hal itu akan dilakukan secara terus-menerus sebagaimana orang yang  sedang kehausan.

Akan tetapi tidak demikian jika kita menggunakan lisan sesua dengan kodratnya. Seseorang yang menggunakan lisannya untuk berdikir, barkata-kata baik dengan orang lain, melantunkan shalawat untuk Rasulullah, membantu orang lain, mambaca al-Qur`an dan bertutur kata sopan kepada kedua orang tua dan mansuia pada umumnya, maka surga Allah sudah menantikannya. Disediakanlah berbagai macam buah-buahan yang beraneka rasa. Dari semua rasa itu tidak ada yang sama rasanya. Selain itu juga disediakan minuman yang sangat lezat. Ia bisa mengambil air sungai yang terbuat dari susu, madu yang sudah disaring, arak serta air jernih.

Baca:  Keramat KH. Ahmad Nafi’ Abdilla

Semua janji Allah tersebut tentunya merupakan anugerah yang sangat luar biasa apabila kita bisa mentuk mensyukuri dan berusaha untuk meraihnya. Kadang kala kita sebagia manusia sering kali lupa bahwa akan ada kehidupan lain setelah kehidupan di dunia ini, yaitu kehidupan di akhirat. Kehidupan di akhirat itulah yang akan kekal abadi serta yang akan menetukan baik-buruknya amal perbuatan kita ketika di dunia.

Bagi orang yang lisannya dipergunakan untuk kebikan, maka ketika di kahirat lisannya akan  tampak indah dan senyumnya mengembang. Sementara orang yang ketika didunia lisannya digunakan untuk kejelekan, maka ketika di akhirat lisannya keluar darah dan nanah yang baunya sangat menyengat. Sungguh demikian itu balasan Allah ketika kita tidak bisa menjaga lisan dengan baik. Berbagai hal tentang balasan-balasan ini sebenarnya sudah dijelaskan dalam al-Qur`an dan hadis. Hanya saja kita sebagai banusia terkadang menyepelekan hal yang demikian itu. Kita terlalu asik untuk mencari keuntungan dunia dan melupana keuntungan akhirat. Imbasnya, di akhhirat kita akan menjadi sengsara.

Dalam sebuah hadis yang bersumber dari Abu Sa`ad al-Khudri r.a. bahwasannya Rasulullah bersabra, “apabila tiba waktu pagi, maka seluruh anggota badan manusia memperingatkan kepadakepada lidah seraya berkata: hai lidah, takutlah kepada Allah dalam memelihara keselamatan kami semua. Sebab kami ini tergantung kepadamu. Jika engkau lurus, maka selamatlah kami. Sedang jika engkau bersikap bengkok, maka kami pun ikut bengkok.” (HR. At-Tirmidzi)

Hadis di atas sudah jelas mengisyaratkan bahwasannya lisan hanyalah sebagai media untuk menyampaikan apa yang ada di dalam hati dan pikiran manusia. Apabila hati dan pikiran mansuia itu ingin berkata jelek, amka lisan sebagai medianya untuk mengatakan hal-hal yang kotor. Sebaliknya, apabila hati dan pikiran itu ingin berkata yang baik, maka lisanlah yang mengucapkan perkataan baik tersebut. Semua itu ada konsekuansinya masing-masing, baik dan buruk semuanya akan mendapatkan balasan dari Allah.

Baca:  Sambut Imlek, Ancol Siapkan 1.500 Lampion

Nampaknya  memang sangat sepele, akan tetapi lisan  mempunyai peranan sangat penting bagi kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Meski hanya sebatas lisan,  tetapi dengan lisan tersebut seseorang akan ditentukan apakah ia akan masuk kedalam surga ataukah ia akan dimasukkan ke dalam neraka. Semua tergantung apa yang sudah diucapkan selama masa hidupnya. Maka dari itu, pergunakanlah lisan untuk berdzikir kepada Allah agar kelak bisa dimasukkan kedalam surga.

Sedang memuat...