Petani Padi Harapkan Kepedulian Pemerintah

0
82
panen padi
panen padi

PATI, netizenia.com- Sejumlah petani di Desa Ngastorejo, Kecamatan Jakenan banyak menaruh harapan kepada pemimpin yang peduli terhadap pertanian. Pasalnya, ditengah gencarnya arus industrialisasi pertanian di Kabupaten Pati, tentunya harus dibarengi dengan produk-produk pertanian yang mumpuni.

Harapan besar itu muncul tatkala para petani mengeluh lantaran banyak produk pertanian mempunyai nilai jual rendah pada saat panen. Seperti halnya ketela, jagung, padi dan lain sebagainya. Wajar apabila banyak petani mengharapkan pemimpin yang peduli dengan pertanian.

Pulyono, salah satu pemilik sawah, asal Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan mengakui hal tersebut. Berharap kepada Haryanto-Saiful Arifin agar memberikan perhatian lebih kepada para petani. Perhatian tidak harus dalam bentuk terjun langsung ke para petani, tetapi juga bisa melalui kebijakan-kebijakan yang pro petani.

“Kita bisa melihatnya sendiri lah, saat ini banyak petani yang mengeluh karena harga-harga jual banyak yang menurun. Misalnya harga gabah saat ini menurun derastis. Kalau seperti itu terus kan kasihan petaninya,” paparnya kemarin.

Disamping itu, lanjutnya, harga pupuk juga masih mahal-mahal. Padahal petani merupakan lumbung pangan di Kabupaten Pati. Kalau semua harga pupuk dibanrol dengan harga mahal, pastinya petani juga akan kerepotan untuk membelinya.

“Harapan saya Pak Haryanto dan Pak Saiful Arifin mampu memberikan kesejahteraan kepada pera petani, yang peduli kepada petani dan mampu meningkatkan serta mendukung produk-produk pertanian,” tegasnya.

Harapan serupa juga dikatakan oleh Suroso. Sebagai petani padi, dia mengaku harga pupuk dipasaran masih memberatkan petani. Sementara pupuk subsidi terkadang ia tidak kebagihan. Resikonya, meskipun mahal, ia tetap membeli pupuk tersebut.

“Minimal pemimpin yang akan datang bisa menurunkan harga pupuk. Lebih-lebih kalau pupuk subsidi itu dikontrol dengan baik. Masalahnya, kadang ada oknum yang memanfaatkan pupuk subsidi lalu dijual kembali dengan hitungan harga diatasnya,” keluhnya. [Ntz]

Baca:  Regaloh Tak Lagi Jadi Sentra Budidaya Ulat Sutra
Sedang memuat...