Sulap Sampah Jadi Pupuk Organik

0
74
tempat sampah organik
tempat sampah organik

Kota- Selama ini keberadaan sampah banyak dikeluhkan masyarakat. Selain dapat mencemari lingkungan, sampah yang dibuang sembarangan juga dapat menjadi sumber bencana dan penyakit. Tetapi, apabila sampah tersebut dipilah-pilah dan dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, sampah justru bisa mengntungkan.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bersama dengan Babinsa Koramil 01/Pati yang berada di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati yang mengolah sampah menjadi pupuk organik. Bahkan sampahnya beragam, hanya saja KSM mengolah memilah mana sampah yang berpotensi menjadi pupuk organik dan mana sampah yang tidak dapat digunakan lagi.
Sersan Mayor Mustofa, Ketua KSM Desa Sarirejo menjelaskan, kegiatan yang sudah dimulai pada pertengahan tahun 2016 ini, mendapat proyek pengelolaan 3 R, yaitu reduce, reuse dan recycle dari pemerintah pusat. Sementara untuk semberdananya sendiri adalah dari APBN tahun 2016 lewat kantor Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.
“Program pengolahan sampah menjadi pupuk organik ini sangat penting untuk membantu masyarakat. Karena selama ini banyak masyarakat yang tidak tahu mana sampah yang bisa dimanfaatkan dan mana sampah yang tidak bisa dimanfaatkan. Kalau sampah yang bisa dimanfaatkan tentunya sangat potensial apabila diolah dengan benar. Seperti halnya pupuk organik yang terbuat dari sampah ini,” jelasnya kemarin.
Pihaknya juga mengaku mendapatkan bantuan berupa sarana bangunan dan prasarana mesin cacah, ayak dan mendapatkan dua unit kendaraan Tossa roda tiga. Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut dapat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi sampah, terutama di Desa Sarirejo. Kedepannya, hal serupa juga akan diterapkan di desa-desa yang lainnya.
“Program ini intinya adalah berbasis masyarakat. Tentunya bantuan masyarakat juga sangat penting, entah itu berupa iuran membayar sampah untuk membeli tempat sampah atau yang lainnya. Kalau masing-masing rumah sudah ada tempat sampahnya, nanti pihak KSM setiap hari tinggal mengambil di masing-masing rumah tersebut,” terangnya.
Sementara untuk proses pengolahannya, ada beberapa bahan yang perlu disipakan, antara lain adalah sampah organik, cairan EM4, been atau bak beton, blung besar atau ukuran 200 liter, gembor, garuk besi, papan tebal 20 cm.
“Cara mengolahnya, sampah dicacah kemudian dimasukkan ke been setebal 20 cm. Setelah itu disiram dengan cairan bakteri secara rata. Setiap tiga hari sekali, usahakan sampah yang ada di dalam benn tersebut di bolak-balik agar tidak panas. Barulah setelah sampai dua minggu, sampah yang sudah menjadi pupuk tersebut bisa digunakan,” pungkasnya. [Ntz]

Baca:  Petani Padi Harapkan Kepedulian Pemerintah
Sedang memuat...