Harga Kencur Naik Dua Kali Lipat

0
506
PANEN: Petani sedang memanen kencur
PANEN: Petani sedang memanen kencur

Netizenia.com, Gembong – Harga kencur di Kecamatan Gembong naik berkisar antara Rp. 11.000-12.000 rupiah per kilo gram. Harga tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan pada musim panen sebelumnya yang hanya laku sebesar Rp. 6.000 rupiah saja.

Arif Khoiruddin, salah satu pengepul Kencur di Kecamatan Gembong mengatakan, meningkatnya harga kencur tersebut dikarenakan kebutuhan kencur di pasaran saat ini sedang naik sehingga harganya pun naik dua kali lipat.

“Saat ini kebutuhan masyarakat terhadap kecur memang sanat tinggi. Meskipun hanya untuk bumbu masak saja, tetapi peminatnya sangat banyak. Kalau saya menjual di pasaran ya dengan harga 11 ribu/kg tapi mengirim ke penjual biasanya saya kasih harga 10-10.5 ribu/kg,” ungkapnya.

Dia mengaku, untuk musim panen sebelumnya, harga kencur cenderung menurun derastis. Penyebabnya ada berbagai faktor, salah satunya adalah karena kabutuhan masyarakat akan kencur masih minim. Selain itu, stok kencur di pasaran juga masih banyak.

“Kalau tahun lalu memang menurun derastis. Bahkan banyak juga petani yang mengeluh. Susah payah menanam kencur, tapi hasilnya malah jeblok, kan kasihan. Kalau pengepul tidak terlalu rugi karena hanya sekedar menjualkan saja,” tambahnya.

Ngatemi, warga Desa Selorejo, Kecamatan Gembong yang juga salah satu petani kencur mengaku senang dengan naiknya harga kencur tersebut. pasalnya, jerih payah selama merawat kencur mendapatkan hasil yang maksimal. Bahkan dalam satu petak ladang dapat menghasilkan 1,5 sampai 2 ton kencur.

“Alhamdulillah untuk panen tahun ini harganya naik. Tentunya saya sangat senang kalau naik terus. Tapi untuk kenaikan harga ini terkadang juga tidak bisa diprediksi, sebab sewaktu-waktu bisa turun seperti musim panen sebelumnya,” papar Ngatemi Kepada Harian Pati kemarin.

Baca:  Panwaskab Dilaporkan AKDPP

Dia juga berharap harga kencur bisa stabil sehingga petani tidak rugi terus-menerus. Selain itu, proses penanamannya juga lumayan susah karena apabila curah hujan tinggi, kencur banyak yang busuk.

“Semoga saja harganya bisa stabil, kalau tidak ya bisa naik terus. Karena yang saya tidak hanya habis uang, tetapi juga tenaga. Kalau tanaman tidak di sambangi terus-menerus, tidak di rawat, nantinya malah busuk dan tidak laku dijual,” tandasnya. (Cho)

Sedang memuat...