Berdamai Dengan Alam

0
303
Berdamai Dengan Alam
Berdamai Dengan Alam

Para filsuf Yunani kuno sebelum Socrates berpandangan bahwa alam semesta adalah sumber kebajikan. Semua yang dibutuhkan manusia sudah disediakan oleh alam. Dengan demikian, jika manusia ingin memperoleh keutamaan hidup, manusia dianjurkan untuk berdamai dan meniru perilaku alam semesta ini. Meskipun pengetahuan manusia tentang alam semesta masih sangat terbatas, justru dalam keterbatasannya itu manusia menjadi santun dan hormat pada alam.

Pandangan kosmosentrisme ini secara perlahan digantikan oleh antroposentrisme yang dibangun oleh Socrates, bahwa ukuran kebaikan dan kebenaran itu terletak pada akal budi manusia. Paham antroposentrisme ini dikembangkan lebih jauh lagi oleh Plato dan Aristoteles meskipun keduanya masih tetap menjadikan alam semesta sebagai kitab yang terbuka yang selalu mengajarkan kebajikan.

Paradigma antroposentrisme sekuler yang menjadikan intelektualitas manusia sebagai puncak ukuran kebenaran sehingga secara sistemik masyarakat modern telah menghancurkan habitatnya sendiri. Alam dengan seenaknya dieksloitasi secara besar-besaran tanpa memperhatikan dampak dan efek kedepannya. Gunung dihancurkan dengan berbagai metode, baik melalui pengeboman ataupun digali menggunakan alat berat.

Kita bisa melihat bagaimana kerusakan alam akibat penambangan pabrik semen yang dilakukan di Gresik, Jawa Timur dan di daerah lainnya. Terjadi kerisis air bersih, polusi udara dan berbagai kerusakan lingkungan lainnya yang secara langsung berdampak terhadap kesehatan. Namun, terkadang kita sebagai manusia tidak menyadari itu semua. Logika kapitalisme liberal meransek masuk ke dalam sistem hidup manusia. Imbasnya,  yang ada di pikiran hanyalah keuntungan.

Baca:  Refleksi Hari Bumi
Sedang memuat...