Menikmati Gerhana Matahari Dengan Aman

0
231

Dalam waktu dekat ini sebagian masyarakat Indonesia akan bisa melihat fenomena gerhana matahari. Menurut perkiraan fenomena alam yang langka ini akan terjadi pada bulan maret 2016 ini. Dalam sejarahnya Indonesia sudah mengalami gerhana matahari total hampir 7 kali sejak tahun 1901 dan akan bisa menikmati kembali pada 2016 ini.

Dari sejarah pengamatan pertama tentang gerhana matahari sudah dilakukan oleh para astronom Babilonia pada tahun sebelum masehi. Dengan melihat pergerakan bintang, bulan dan juga matahari mereka menemukan skema astronomis gerhana bulan dan matahari secara teratur. Kemudian penelitian secara modern dilakukan oleh peneliti Naza asal Austria, Thomas Oppolze dengan membuat catalog gerhana matahari dan bulan sejak dari 1207 SM sampai ramalan tahun 2165. Sehingga bagi mereka penikmat peristiwa alam  gerhana bisa mengetahui kapan yang tepat terjadinya peristiwa alam yang luar biasa ini.
Walaupun banyak beredar rumor terkait gerhana matahari yang mengakibatkan kebutaan sehingga muncul larangan untuk melihat gerhana matahari pada tahun 1983, namun rumor tersebut tidak sepenuhnya terbukti secara ilmiah. Memang menurut beberapa ahli efek silau dari matahari pasca gerhana bisa menimbulkan kebutaan, efek ini terjadi karena dalam keadaan gelap pupil mata akan membesar dan menyerap cahaya sebanyak-banyaknya, sehingga ketika bulan menyingsing cahaya matahari akan begitu menyilaukan sehingga akan merusak syaraf mata. Namun hal ini bisa cegah dengan menggunakan kacamata khusus atau  teleskop yang sudah dilengkapi filter cahaya matahari sehingga bisa diterima mata dengan aman.

Namun demikian juga perlu waspada dalam menikmati gerhana matahari ini, kebiasan untuk berselfie ria sebaiknya dihindari saat menikmati fenomena alam ini, karena efek pantulan dari kamera juga bisa mempengaruhi kesehatan mata. maka saat menikmati gerhana matahari total faktor keamanan juga perlu untuk diperhatikan agar terhindar dari efek buruk dari radiasi sinar matahari pasca gerhana terjadi [ MA]
Baca:  Pati Sebagai Laboratorium Perdukunan
Sedang memuat...